Jumat, 07 Mei 2010

Pendidikan Menjadi Hak Publik


Hj. Airin Rachmi Diany. SH.MH

Pendidikan Menjadi Hak Publik tanpa Kecuali Pendidikan kunci kemajuan ekonomi masyarakat. Dengan pendidikan, masyarakat bisa mengembangkan potensi, keahlian dan pengetahuan untuk memajukan taraf hidupnya.
Ketika taraf hidup meningkat, dengan sendirinya ekonomi masyarakat semakin maju. Karena itu, akses terhadap pendidikan harus terus diperluas agar bisa dinikmati semua kalangan masyarakat. “Tingkat pendidikan sangat menentukan taraf hidup seseorang. Semakin tinggi tingkat pendidikan, maka pilihan kerja, karier dan profesi akan semakin luas. Pilihan yang dimiliki seorang lulusan perguruan tinggi jauh lebih luas dibandingkan pilihan yang dimiliki
lulusan SD atau SMP,” kata Hj Airin Selain terkait pilihan kerja dan peningkatan taraf hidup, Ucapnya, Pendidikan lanjut Airin, ada-lah upaya memaksimalkan potensi kemanusiaan. Kesempatan me-maksimalkan potensi hak setiap individu. Karena itu, pendidikan adalah jasa atau layanan yang harus dapat diakses publik tanpa kecuali.
Pentingnya peran keluarga dalam pendidikan dimulai dari keluarga, setelah itu baru dilan-jutkan lingkungan dan sekolah. Sudah seharusnya ada kesela-rasan antara peran keluarga, lingkungan dan sekolah.
“Untuk membentuk pribadi sehat dan seimbang secara intelektual, sosial dan spiritual, harus ada keselarasan antara peran keluarga, sekolah dan lingkungan. Orang tua, tokoh masyarakat dan tokoh agama harus ambil bagian dalam memberikan akses dan meningkatkan kualitas pendidikan,” Tutur ibu dua anak ini.
Pemerhati lingkungan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini juga respek dengan kondisi bumi saat ini. Inisiasi-inisiasi yang dia cetuskan dalam menata Kota Tangsel Rumah Kita Bersama merupakan wujud nyata kepe-dulian Airin terhadap kondisi bumi saat ini. Inisiasi penanaman sejuta pohon di Kota Tangsel menjadi bukti kepedulian Airin terhadap lingkungan. Airin juga terus menggembar-gemborkan kampanye Go Green (penghijauan), terutama penanganan masalah sampah. Selain melakukan pelatihan-pelatihan daur ulang sampah menjadi barang berharga kepada para pemuda di Tangsel, Airin juga mengimplemen-tasikannya dengan memberikan sejumlah mesin daur ulang sampah kepada masyarakat.
Tak sampai disitu, terkait permasalahan sampah plastik yang bisa merusak keberlangsungan bumi, Airin juga mewujudkan kepeduliannya dengan membagi-bagikan kantong non plastik kepada masyarakat. Seperti diketahui, sampah plastik meru-pakan sampah yang susah terurai. Butuh ratusan bahkan ribuan tahun agar sampah plastik itu bisa mengurai dengan tanah. Kemudian, ide-ide Airin mengenai lingkungan antara lain dengan mengajak masyarakat agar membuat lubang resapan biopori (LRB). Biopori ini merupakan alternatif untuk mendapatkan air dengan kualitas baik.
“Sudah saatnya kita men-jalankan program go green (penghijauan) dengan mengurangi sampah, berhemat dalam meng-gunakan kemasan dan membiasa-kan diri membawa tas daur ulang. Ini merupakan hal ringan yang mudah dan dapat kita lakukan, asal kita memiliki komitmen kuat untuk mengurangi dampak pemanasan global. Ini demi generasi penerus kita tentu bumi harus tetap kita jaga!” katanya. Selain itu dalam dunia usaha nasional, yang terdiri atas koperasi, usaha negara dan usaha swasta, peran UKM akan semakin kukuh dan menjadi kekuatan ekonomi nasional yang tangguh, melalui penciptaan iklim usaha dan pola perdagangan yang sehat.
Namun, upaya itu harus dibarengi upaya menyuburkan semangat dan kreativitas usaha serta mendorong efisiensi, produktivitas dan daya saing UKM. Bila itu berhasil, kata peraih penghargaan Kartini 2010 itu, UKM menjadi solusi bagi pemberdayaan ekonomi kerak-yatan. “Kemitraan antara berbagai unsur ekonomi nasional, terutama pengusaha kuat dengan peng-usaha kecil, harus terus dibina dan dijalin dalam suasana saling membantu serta saling meng-untungkan,” ujar Airin.
Sedangkan dalam upaya memperluas peran aktif masyarakat dalam kegiatan ekonomi kerak-yatan, lanjut Airin, perlu dikem-bangkan kebijaksanaan yang memajukan golongan ekonomi tertinggal melalui perluasan akses modal, keahlian serta kemudahan memasuki pasar. “Pemerintah wajib membantu dalam memberikan kemudahan modal bagi pelaku UKM untuk meningkatkan daya saing produksinya. Perekonomian mas-yarakat tradisional harus bisa mandiri dengan pemberdayaan yang terus menerus,”tandas ibu dari dua orang anak ini
red.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar